Simamora, Bonardo (2026) Analisis Kapasitas Lintas Jalan Rel Metode Indonesia Segmen Medan - Rantau Prapat. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Bonardo Simamora.pdf - Published Version
Download (2MB)
Full Text Bonardo Simamora.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Kapasitas lintas jalan rel menjadi indikator krusial untuk menilai sejauh mana infrastruktur rel dapat menampung pergerakan kereta api secara optimal tanpa mengorbankan keselamatan dan ketepatan waktu. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterpaduan kapasitas infrastruktur rel. sehingga perlu diketahui nilai kapasitas lintas pada setiap petak jalan, tingkat (Level of Service) setiap petak jalan, dan langkah apa yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan kapasitas lintas rel terkhusus pada segmen Medan-Rantauprapat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan menghitung nilai kapasitas lintas untuk setiap petak jalan pada segmen Medan-Rantauprapat, Menganalisis tingkat kejenuhan (Level of Service), merumuskan rekomendasi teknis dan operasional untuk mengoptimalkan kapasitas lintas rel segmen Medan-Rantauprapat. Data yang dikumpulkan berdasarkan observasi langsung berupa sistem jalur, sistem persinyalan dan blok . Analisis kapasitas lintas menggunakan metode Indonesia. Dari hasil observasi dan analisis kapasitas lintas pada segmen Medan-Rantauprapat disimpulkan bahwa. Hasil analisis kapasitas lintas kondisi eksisting pada petak jalan Medan-antauprapat berdasarkan perhitungan kapasitas teoritis diperoleh rata-rata sebesar 84 KA/Hari, kapasitas praktis diperoleh rata-rata sebesar 48 KA/Hari, rata-rata kapasitas terpakai sebesar 38 KA/Hari, dan rata-rata kapasitas tersisa pada petak jalan tersebut sebesar 10 KA/Hari. Kinerja keseluruhan rendah kecepatan perjalanan rata-rata aktual dari Medan hingga Rantauprapat hanyalah 46,40 km/jam. Angka ini sangat jauh dari kecepatan maksimum yang diizinkan (Vmax 80-90 km/jam) menunjukkan adanya inefisiensi yang siginifikan dalam perjalanan. Meskipun segmen Lubukpakam-Tebingtinggi memiliki Vmax tertinggi (90km/jam) kecepatan rata-ratanya hanya 46,15 km/jam rasio (3,31). Ini menandakan kereta tidak dapat memaksimalkan kecepatannya, karena kondisi jalur tunggal dan petak jalan yang cukup panjang yaitu 51,176 km. Sehingga hasil analisis LoS terhadap petak jalan Medan-Rantauprapat ialah 4 petak jalan LoS F, 2 petak jalan memiliki Los E, 1 petak jalan memiliki LoS D, 3 petak jalan memiliki LoS C, dan 2 petak jalan LoS B. Pada kondisi LoS F mengalami keadaan tidak stabil.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kereta Api, Kapasitas Lintas, Metode Indonesia. |
| Subjects: | 700 The arts > 710 Area planning and landscape architecture |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1-Teknik Sipil |
| Depositing User: | Perpustakaan Unika Santo Thomas |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 02:28 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 02:28 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/1264 |
