Hutagalung, Goklas Aloysius (2026) Perencanaan Dan Perancangan Bundaran Menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 Pada Simpang Jl. Imam Bonjol, Jl Palang Merah Dan Jl. K.H. Zainul Arifin. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Goklas Aloysius Hutagalung 190310057.pdf - Published Version
Download (2MB)
Full Text Goklas Aloysius Hutagalung 190310057.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (8MB) | Request a copy
Abstract
Kota Medan merupakan ibu kota provinsi Sumatera Utara dan menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan infrastruktur, jumlah kendaraan bermotor di kota Medan terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahun. Simpang Jl. Imam Bonjol, Jl. K. H. Zainul Arifin dan Jl. Palang Merah adalah simpang berkaki empat yang terletak di pusat kota Medan. Simpang ini sering mengalami kemacetan karena tundaan yang terjadi. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kinerja Simpang Jl. Imam Bonjol, Jl. Palang Merah dan Jl. K. H. Zainul Arifin Medan dan mendesain bundaran yang aman dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian melalui tiga tahap yaitu analisa simpang bersinyal, perencanaan bundaran dan analisa bundaran yang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Data yang dikumpulkan dalam observasi langsung berupa data pengukuran simpang dan lalu lintas harian pada hari Minggu, Senin dan Kamis. Dari hasil analisa simpang bersinyal, memiliki Tundaan simpang rata-rata sebesar 81,44 detik/kend dengan Level of Service (LOS) berada di Level F (>60) detik/kend, jalan Imam Bonjol memiliki kapasitas sebesar 6230,64 SMP/jam, dan derajat kejenuhan sebesar 0,88 SMP/jam, jalan Palang Merah memiliki kapasitas sebesar 4409,22 SMP/jam, dan derajat kejenuhan sebesar 0,46 SMP/jam. Hasil Analisa bundaran memiliki tundaan bundaran rata-rata sebesar 21,14 detik/kend dengan Level of Service (LOS) berada di Level C (15 – 25) detik/kend. kapasitas sebesar 5244,20 SMP/jam dan derajat kejenuhan sebesar 0,81. Dengan meningkatnya Level of Service yang berada di Level F (>60) detik/kend menjadi Level C (15 – 25) detik/kend dapat disimpulkan bahwa desain bundaran kurang layak untuk diterapkan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan Simpang rata-rata, Tundaan Bundaran rata-rata, Level of Service. |
| Subjects: | 700 The arts > 710 Area planning and landscape architecture |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1-Teknik Sipil |
| Depositing User: | Perpustakaan Unika Santo Thomas |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 02:24 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 02:24 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/1268 |
