Analisis Pergeseran Dinding Penahan Tanah Pembangunan Rel Kereta Api Ruas Besitang – Langsa 10.

Hasugian, Hanter (2022) Analisis Pergeseran Dinding Penahan Tanah Pembangunan Rel Kereta Api Ruas Besitang – Langsa 10. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.

[thumbnail of COVER, ABSTRAK, DAFTAR PUSTAKA] Text (COVER, ABSTRAK, DAFTAR PUSTAKA)
COVER, ABSTRAK, DAFTAR PUSTAKA HANTER HASUGIAN.pdf - Published Version

Download (952kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT HANTER HASUGIAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Suatu struktur dinding penahan tanah dengan desain tertentu akan mampu memikul beban yang sesuai dengan perencanaan. Jika struktur memikul beban yang berlebihan (tidak sesuai dengan perencanaan), maka struktur tersebut akan mengalami kegalalan seperti pergeseran, guling, penurunan dan retak. Jika dalam perencanaan dan pelaksaan mengakibatkan kegagalan dinding penahan tanah maka akan menghambat kemampuan layanan tersebut. Stabilitas dinding penahan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni : tinggi timbunan, material timbunan, beban layan (kereta api dan gempa), daya dukung tapak dinding penahan tanah. Kualitas kepadatan timbunan menjadi faktor penyebab utama dalam penelitian ini. Dari hasil penyelidikan tanah baik sondir/cpt dan SPT ditemukan lapisan timbunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan yakni CBR>6% sehingga air hujan dapat penetrasi ke dalam timbunan yang mengakibatkan kehilangan kekuatan tanah dan bertambahnya tekanan tanah aktif ke dinding penahan tanah karena bertambahnya tegangan total dalam tanah. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah diatas adalah dengan perkuatan timbunan menggunakan geotextile woven PET 100-50. Pada analisis tanpa infiltrasi air hujan ke timbunan, dengan material timbunan 6% diperoleh stabilitas global sebesar 1.25 dengan menggunakan Geoslope 2012, ketika dianalisis dengan data setelah DPT mengalami pergeseran (terjadi infiltrasi air hujan dalam timbunan) stabilitas menjadi 0.74 dengan metode Janbu. Alternatif perbaikan yakni dengan menggunakan geotextile woven PET 100-50 penjangkaran 7 m dan tebal tiap lapisan sebesar 0.5 m, embedment geotextile sedalam 1 m dan timbunan CBR>6%. DPT yang sudah mengalami kegagalan tetap dipertahankan sebagai wall face geotextile. Dengan analisis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak plaxis 8.6 diperoleh stabilitas menjadi 1.33 dan pergeseran lateral sebesar 0.176 m.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: dinding penahan tanah, CBR, infiltrasi air hujan, geotextile woven dan wall face
Subjects: 600 Technology (Applied science) > 620 Engineering and allied operations
Divisions: Fakultas Teknik > S1-Teknik Sipil
Depositing User: Riana Sari Margaretha Sitinjak, S.Sos
Date Deposited: 17 Mar 2026 08:03
Last Modified: 18 Mar 2026 08:45
URI: https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/442

Actions (login required)

View Item
View Item