Harefa, Twenty Seven Gus Five Boy (2021) Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindakan Main Hakim Sendiri (Eigenrichting) yang Menyebabkan Kematian di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Medan Sunggal. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Twenty Seven Gus Five Boy Harefa.pdf - Published Version
Download (1MB)
Full Text Twenty Seven Gus Five Boy Harefa.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting) yang menyebabkan kematian dan untuk
mengetahui upaya penanggulangan tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting) yang menyebabkan kematian di wilayah hukum Kepolisian Sektor Medan Sunggal. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan Bapak AKP. Budiman Simanjuntak, selaku Kepala Unit Reserse Kriminal Umum Kepolisian Sektor Medan Sunggal. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka baik itu buku-buku, peraturan perundang-undangan, internet, dan tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Analisis dilakukan secara kualitatif yuridis, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan metode berpikir deduktif. Faktor penyebab terjadinya tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting) yang menyebabkan kematian di wilayah hukum kepolisian sektor medan sunggal adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dalam menangani pelaku tindak pidana, emosi dan sakit hati terhadap pelaku tindak pidana, agar pelaku tindak pidana jera dan supaya pelaku lain takut melakukan hal yang sama, anggapan bahwa menghakimi pelaku tindak pidana adalah kebiasaan dalam masyarakat serta ikut-ikutan, faktor kepolisian yang melakukan pembiaran terhadap tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh massa, dan faktor kepolisian yang lamban dan tidak profesional dalam menangani kasus-kasus tindak pidana. Upaya penanggulangan tindakan main hakim sendiri (Eigenrichting) yang menyebabkan kematian di wilayah hukum Kepolisian Sektor Medan Sunggal adalah upaya Pre-emptif, yaitu Pencegahan dini yang bisa dilakukan oleh penegak hukum dalam menanamkan nilai atau norma khususnya kepolisian adalah dengan melakukan sosialisasi hukum terhadap masyarakat, mengajak masyarakat untuk taat hukum, menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya Preventif, yaitu Membangun kewibawaan dan kepastian hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat; Dengan himbauan dan penyuluhan hukum; dan Melaksanakan patroli rutin dan Upaya Represif, yaitu memperoses pelaku main hakim sendiri terhadap pelaku tindak pidana.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kriminologi, Tindak Pidana, Main Hakim Sendiri. |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1-Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 03:38 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 03:38 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/492 |
