Pembelaan Terpaksa Melampaui Batas (Noodweer Exces) dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang Mengkibatkan Matinya Orang Lain (Putusan PN Medan Nomor: 1618/Pid.B/2018/Pn/Mdn)

Sibarani, Sri Muliana (2021) Pembelaan Terpaksa Melampaui Batas (Noodweer Exces) dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang Mengkibatkan Matinya Orang Lain (Putusan PN Medan Nomor: 1618/Pid.B/2018/Pn/Mdn). Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.

[thumbnail of ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA] Text (ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA)
Abstrak dan Daftar Pustaka Sri Muliana Sibarani.pdf - Published Version

Download (959kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
Full Text Sri Muliana Sibarani.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelaan terpaksa melampaui batas dalam tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain, melalui analisis putusan kasus perkara nomor: 1618/Pid.B/2018/ PN Mdn. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kasus tindak pidana penganiyaan yang mengakibatkan matinya orang lain dan jenis penelitian yang dipergunakan adalah Yuridis Normatif. Normatif adalah suatu proses untuk menemukan suatu aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Data sekunder tersebut dianalisis secara normatif, logis, dan sistematis dimana dalam penarikan kesimpulan dilakukan dengan metode deduktif dan induktif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui analisis menunjukkan bahwa Pertimbangan Hakim dalam memutus pengajuan pembelaan terpaksa melampaui batas (noodweer exces) dalam Putusan PN Medan Nomor: 1618/Pid.B/2018/PN Mdn kurang tepat dan kurang komprehensif yang tidak sesuai dengan putusan HR 24 Maret 1930 yang menyatakan apabila hakim menolak alasan adanya pembelaan terpaksa, ia cukup dengan pertimbangan bahwa tidak terbukti adanya penyerangan, atau bahwa perbuatan yang dilakukan tidaklah perlu untuk membela diri. Pembelaan terpaksa melampaui batas (Noodweer Exces) yang diajukan penasihat hukum terdakwa yakni terdakwa melakukan pembelaan diri yang melampaui batas (noodweer exces) karena terdakwa telah lebih dahulu diserang oleh korban secara melawan hukum, suatu kegoncangan hati berupa ketakutan, kemarahan dan reaksi (Pembelaan) yang dilakukan melampaui batas yang diijinkan atau dengan kata lain perlampauan batas keperluan karena ada bahaya ketika itu.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pembelaan Terpaksa Melampaui Batas, Tindak Pidana, Penganiayaan.
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > S1-Ilmu Hukum
Depositing User: Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I
Date Deposited: 31 Mar 2026 03:47
Last Modified: 31 Mar 2026 03:47
URI: https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/493

Actions (login required)

View Item
View Item