Laia, Ronal Andreas (2021) Pertanggung jawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Berat yang Menyebabkan Kematian (Studi Kasus Putusan Nomor: 307/Pid.B/2020/PN Mdn). Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Ronal Andreas Laia.pdf - Published Version
Download (1MB)
Full Text Ronal Andreas Laia.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian (Kasus Putusan Nomor: 307/Pid.B/2020/PN.Mdn), dan untuk mengetahui alasan putusan Hakim berbeda dengan Dakwaan Jaksa (Kasus Putusan Nomor:307/Pid.B/2020/PN.Mdn).Data yang dipergunakan dalam penelitian ini data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka baik itu buku-buku, peraturan perundang-undangan, internet, dan tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Analisis dilakukan secara kualitatif yuridis, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan metode berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bawa pertangggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian di atur dalam Pasal 354 ayat (2) KUHP yang pada pokoknya mengatur bahwa jika perbuatan menyebabkan mati, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun. Dalam Putusan Nomor: 307/Pid.B/2020/ PN.Mdn Hakim memutuskan bahwa Terdakwa Hendra Juni Putra Sianipar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “penganiayaan mengakibatkan mati”, sehingga hakim menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun. Alasan putusan Hakim berbeda
dengan dakwaan Jaksa dalam putusan (Nomor: 307/Pid.B/2020/PN.Mdn) adalah bahwa sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yakni memberikan ruang kebebasan kepada Hakim untuk menggali serta memutus sesuai dengan rasa keadilan apabila menemukan dakwaan yang tidak tepat dalam persidangan, dan berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2015 hakim dapat menyimpangi ketentuan (surat dakwaan) apabila tidak terbukti melakukan delik yang serumpun/sejenis dan lebih ringan sifatnya dari delik yang di dakwakan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertanggungjawaban Pidana, Pelaku, Tindak Pidana Penganiayaan, Kematian. |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1-Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 04:29 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 04:29 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/496 |
