Padang, Julfradi Sitra (2025) Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perbedaan Rencana dan Realisasi Pupuk Bersubsidi Berdasarkan E-RDKK Pada Petani Padi Sawah di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Julfryadi Sitra Padang.pdf - Published Version
Download (1MB)
Full Text Julfryadi Sitra Padang.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Tujuan Penelitian untuk (1) mendeskripsikan perbedaan antara rencana alokasi pupuk bersubsidi berdasarkan e-RDKK dengan realisasi penyalurannya pada petani padi sawah di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan (2) untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi perbedaan antara rencana alokasi pupuk bersubsidi berdasarkan e-RDKK dengan realisasi penyalurannya pada petani padi sawah di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Penentuan daerah penelitian ini ditentukan purposive (sengaja) yaitu di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani di desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, Sampel dipilih dari kelompok tani yang berada di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, yang terdiri dari 24 kelompok tani aktif berdasarkan data Simultan Tahun 2025. Dari setiap kelompok tani, diambil tiga orang pengurus inti yaitu ketua, sekretaris, dan bendahara dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 72 orang. Metode analisis data yang digunakan mencakup analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus selisih D = R − T (di mana D adalah selisih, R rencana alokasi e-RDKK, dan T realisasi pupuk diterima petani) untuk menggambarkan perbedaan total dan rata-rata pupuk Urea serta NPK per petani, dan analisis regresi logistik biner untuk menguji pengaruh lima variabel independen (X1 keterlambatan distribusi, X2 luas lahan, X3 ketersediaan pupuk di kios, X4 harga pupuk vs HET, X5 keaktifan kelompok tani) terhadap variabel dependen Y (kesesuaian realisasi vs rencana, dengan Y=1 jika sesuai dan Y=0 jika tidak), dilengkapi uji kelayakan model Omnibus Test, Hosmer-Lemeshow, Nagelkerke R2, dan classification table. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara jumlah pupuk bersubsidi yang direncanakan dalam sistem E-RDKK dengan jumlah yang benar-benar diterima oleh petani di Desa Kuta Dame. Berdasarkan data dari 72 responden, total rencana pupuk bersubsidi Urea sebesar 12.881 kg dan realisasi sebesar 12.415 kg, sedangkan pupuk NPK direncanakan 11.675 kg dan direalisasikan 11.239 kg. Dengan demikian, terdapat selisih total atau perbedaan sebesar 466 kg untuk pupuk Urea dan 436 kg untuk pupuk NPK. Rata-rata penerimaan pupuk per petani adalah 172,43 kg Urea dan 156,09 kg NPK, sementara rata-rata rencana alokasinya masing-masing 178,91 kg Urea dan 162,15 kg NPK. Hasil ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, realisasi pupuk bersubsidi yang diterima petani sedikit lebih rendah dibandingkan rencana, dengan selisih rata-rata sekitar 6–7 kg per petani, sehingga masih terdapat ketidaksesuaian antara rencana alokasi dan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat petani. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diuji, dua di antaranya berpengaruh signifikan terhadap perbedaan antara rencana dan realisasi pupuk bersubsidi, yaitu keterlambatan distribusi pupuk (X1) dan keaktifan kelompok tani (X5). Variabel keterlambatan distribusi pupuk memiliki nilai signifikansi 0,022 dengan Exp(B) sebesar 3,968, menunjukkan bahwa semakin lama distribusi tertunda, semakin besar peluang terjadinya perbedaan antara rencana dan realisasi. Variabel keaktifan kelompok tani memiliki nilai signifikansi 0,009 dengan koefisien negatif (-1,557) dan Exp(B) sebesar 0,211, yang berarti semakin aktif kelompok tani, semakin kecil kemungkinan terjadinya perbedaan. Sementara itu, variabel luas lahan (X2), ketersediaan pupuk di kios (X3), dan harga pupuk dibanding HET (X4) tidak berpengaruh signifikan karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Model regresi logistik memiliki nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,307 dan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 73,6%, yang menunjukkan bahwa model ini layak digunakan dan mampu menjelaskan 30,7% variasi perbedaan antara rencana dan realisasi pupuk bersubsidi di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied science) > 630 Agriculture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1-Agribisnis |
| Depositing User: | Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I |
| Date Deposited: | 15 May 2026 04:42 |
| Last Modified: | 15 May 2026 04:42 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/603 |
