Analisis Pemanfaatan Butiran Kaca Sebagai Pengganti Agregat Halus Pada Campuran Laston AC-WC Terhadap Karakteristik Uji Marshall

Nainggolan, Prengki (2025) Analisis Pemanfaatan Butiran Kaca Sebagai Pengganti Agregat Halus Pada Campuran Laston AC-WC Terhadap Karakteristik Uji Marshall. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.

[thumbnail of ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA] Text (ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA)
Abstrak dan Daftar Pustaka Prengki Nainggolan.pdf - Published Version

Download (938kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
Full Text Prengki Nainggolan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Limbah kaca merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mendapatkan perhatian di berbagai belahan dunia. Kaca, yang unsur utamanya adalah silika (SiO2), memiliki karakteristik kemurnian dan kekerasan tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam material konstruksi. Kaca bekas, seperti botol minuman yang umum dijumpai di warung atau toko, sering kali dibuang begitu saja dan menumpuk di lingkungan. Akumulasi limbah kaca yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah kaca sebagai material konstruksi, khususnya dalam campuran aspal, merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan yang layak untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan pertama dengan pengujian sifat material yang terdiri dari pengujian agregat dan aspal. Dalam penelitian ini, variasi penambahan butiran kaca sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari berat total agregat halus yang diuji. Kemudian menentukan kadar aspal optimum yang akan digunakan. Parameter
yang di ukur meliputi Void In The Mix (VIM), Void In Mineral Agreggate (VMA), Void Filled With Asphalt (VFA), Stabilitas, Kelelehan (Flow) dan Marshall Quotient (MQ). Melalui uji marshall yang mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 didapat kadar aspal optimum sebesar 6,5% dengan nilai stabilitas 2587,366 kg dan nilai flow sebesar 2,5 mm. Maka dengan pengganti agregat halus menggunakan butiran kaca didapat bahwasanya nilai stabilitas semakin menurun dari nilai pada variasi pengganti agregat sebanyak 10% nilai stabilitasnya sebesar 2404,556 kg hingga untuk variasi pengganti agregat sebanyak 50% nilai stabilitasnya sebesar 1723,543 kg. Sementara untuk nilai flow semakin lama direndam makan nilainya semakin meningkat. Dapat dilihat pada kadar 40% diwaktu perendaman 9 jam nilai flow nya 4 mm dan dikadar 25% dengan waktu perendaman 12 jam nilai flownya 4 mm. Dari nilai stabilitas yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018, variasi pengganti agregat halus dari 10% sampi 50% memenuhi namun dari nilai VIM kadar pengganti 40% dan 50% tidak memenuhi karena melebihi batas maximum yaitu 5.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Aspal, Karakteristik Marshall, butiran kaca.
Subjects: 600 Technology (Applied science) > 680 Manufacture of product for specific uses
Divisions: Fakultas Teknik > S1-Teknik Sipil
Depositing User: Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I
Date Deposited: 18 Jun 2026 03:26
Last Modified: 18 Jun 2026 03:26
URI: https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/702

Actions (login required)

View Item
View Item