Napitupulu, Dimpos Hasional (2025) Analisis Pertumbuhan Bahan Tanam Karet (Hevea bresiliensis) Terhadap Aplikasi Cendawan Dark Septate Endophyte (DSE). Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Dimpos Hasiholan Napitupulu.pdf - Published Version
Download (1MB)
Full Text Dimpos Hasiholan Napitupulu.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium
menggunakan media padat Potato Dextrose Agar dan pengaplikasian langsung cendawan DSE pada tanaman menggunakan RAK Faktorial dengan 2 faktor. Factor pertama adalah klon tanaman yaitu: F1= klon IRR, 428 F2= klon IRR 425 dan Faktor kedua perlakuan kombinasi isolat. Isolat yang digunakan yaitu: 1. Isolat KHPSG, 2. Isolat KRPPT, 3. Isolat KMSTN, 4. Isolat Trichoderma Viridae, 5. Isolat Trichoderma koningi, Sehingga terdapat kombinasi penggabungan sebagai berikut: D1 = KHPSG+ KMSTN D2 = KHPSG+ KRPPT D3 = KHPSG+T.Viridae D4 = KHPSG+T.Koningii D5 = KMSTN+ KRPPT D6 = KMSTN+ T.Viridae D7 = KMSTN+ T.Koningii D8 = KRPPT+ T.Viridae D9 = KRPPT+ T.Koningii. D10 = Kontrol. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil daun, analisis gula total tanaman, derajat infeksi akar, analisis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan klon dan isolat Dark Septate Endophyte (DSE) memberikan respon yang berbeda terhadap pertumbuhan stum karet selama masa pengamatan. Perlakuan klon memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 MST, yang mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan genetik antar klon dalam mendukung pertumbuhan awal stum. Namun demikian, perlakuan klon tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, luas daun, kandungan klorofil, maupun derajat infeksi akar. Perlakuan isolat DSE menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap luas daun serta berpengaruh nyata terhadap derajat infeksi akar, yang menunjukkan bahwa keberadaan endofit berperan dalam memperluas area fotosintesis dan meningkatkan kemampuan kolonisasi akar. Sebaliknya, isolat DSE tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, maupun kandungan klorofil, sehingga aplikasi DSE belum mampu memberikan peningkatan pertumbuhan vegetatif pada parameter tersebut. Interaksi antara klon dan isolat DSE berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun, menandakan bahwa respons tanaman terhadap DSE sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara klon dan isolat tertentu. Namun, interaksi tersebut tidak berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan lainnya. Secara keseluruhan, aplikasi DSE hanya memberikan pengaruh signifikan pada luas daun dan tingkat infeksi akar, sedangkan pada parameter pertumbuhan vegetatif lainnya pengaruhnya tidak nyata meskipun terdapat variasi nilai antar perlakuan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology (Applied science) > 630 Agriculture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1-Agroteknologi |
| Depositing User: | Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:54 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:54 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/717 |
