Limbong, Tio Marisi (2025) Analisis Kinerja Keuangan Daerah Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir Tahun 2022-2024. Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.
Abstrak dan Daftar Pustaka Tio Marisi Limbong.pdf - Published Version
Download (3MB)
Full Text Tio Marisi Limbong.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Keuangan Daerah Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir Tahun 2022-2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitan ini adalah dengan dokumentasi. Populasi pada penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran mulai dari tahun 2011-2025. Sampel pada penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran tahun 2022-2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis rasio kinerja keuangan daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan dari 75,55% pada tahun 2022, di tahun 2023 meningkat menjadi 88,99% dan juga mengalami peningkatan menjadi 108,98% di tahun 2024, yang berarti efektivitas pengelolaan PAD semakin baik dan berada pada kategori sangat efektif. Namun, pada rasio efisiensi belanja menunjukkan hasil yang kurang baik karena berada di atas 100% pada tahun 2023 dan 2024, sehingga termasuk kategori tidak efisien. Rasio kemandirian keuangan daerah masih sangat rendah, pada tahun 2022 sebesar 8,52%, tahun 2023 mengalami sedikit peningkatan menjadi 8,81%, dan pada tahun 2024 hanya mencapai hingga 10,95%, yang menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Rasio ketergantungan keuangan daerah tercatat sangat tinggi, yaitu pada tahun 2022 mencapai 91,61%, di tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 91,08%, dan di tahun 2024 juga terjadi penurunan menjadi 89,41% namun menunjukkan ketergantungan dana transfer dalam struktur pendapatan daerah yang sangat tinggi . Rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi lebih dominan dibandingkan belanja modal, dengan rata-rata belanja modal hanya sekitar 17%–19% dari total belanja daerah. Sementara itu, rasio pertumbuhan pendapatan daerah menunjukkan tren meningkat namun masih tergolong sangat rendah, yakni 8,16% pada tahun 2022 hingga 9,11% pada tahun 2024. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat strategi intensifikasi dan ekstensifikasi PAD seperti: optimalisasi pajak hotel dan restoran, penegakan retribusi pasar, pengembangan tempat pariwisata yang berkelanjutan dan diversifikasi dari sektor pertanian serta melakukan perencanaan anggaran yang lebih efisien dan berorientasi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Belanja, Rasio Kemandirian, Rasio Ketergantungan, Rasio Keserasian Belanja, Dan Rasio Pertumbuhan. |
| Subjects: | 300 Social sciences > 330 Economics |
| Depositing User: | Perpustakaan Unika Santo Thomas |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 08:06 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 08:06 |
| URI: | https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/869 |
