Pemenuhan Hak Bagi Pekerjaan yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak (Putusan Perkara Nomor 134/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Medan)

Sianturi, Daony (2025) Pemenuhan Hak Bagi Pekerjaan yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak (Putusan Perkara Nomor 134/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Medan). Other thesis, Universitas Katolik Santo Thomas.

[thumbnail of ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA] Text (ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA)
Abstrak dan Daftar Pustaka Full Text Daony Sianturi.pdf - Published Version

Download (852kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
Full Text Daony Sianturi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak berdasarkan Putusan Nomor 134/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Mdn. Kasus ini berawal dari tindakan PT Poly Kartika Sejahtera yang meminta 11 orang karyawannya untuk mengajukan surat pengunduran diri guna mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT), akibat adanya perselisihan internal perusahaan yang berdampak pada keterlambatan pembayaran upah. Namun, setelah pengajuan surat pengunduran diri tersebut, para pekerja tidak memperoleh kejelasan terkait hak-hak ketenagakerjaan mereka, termasuk pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak lainnya. Upaya penyelesaian melalui perundingan Bipartit dan Mediasi Tripartit di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang tidak menghasilkan kesepakatan. Oleh karena itu, para pekerja mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan. Dalam putusan perkara tersebut, Majelis Hakim mengabulkan sebagian tuntutan pekerja, yang mencakup hak atas pesangon dua kali ketentuan, uang penghargaan masa kerja, penggantian hak-hak lainnya, termasuk hak cuti dan upah proses. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis yuridis terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang telah diubah dengan Undang-Undang Cipta Kerja, serta Putusan Mahkamah Konstitusi terkait hak-hak pekerja dalam kasus PHK sepihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena tidak memenuhi prosedur dan tidak memberikan hak-hak pekerja sesuai ketentuan Undang-Undang. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Medan menegaskan kewajiban perusahaan untuk memenuhi seluruh hak pekerja, termasuk pesangon, uang penghargaan masa kerja, penggantian hak, hak cuti, dan upah proses. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan teoritis bagi perlindungan hak-hak pekerja dalam kasus PHK sepihak di Indonesia

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak, Hak Pekerja, Pengadilan Hubungan Industrial, Pesangon, Upah Proses.
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > S1-Ilmu Hukum
Depositing User: Fitcroy Modestus Rumahorbo,S.S.I
Date Deposited: 13 Apr 2026 04:41
Last Modified: 13 Apr 2026 04:41
URI: https://eprints.ust.ac.id/id/eprint/514

Actions (login required)

View Item
View Item